Teknologi

Mengenal Internet of Things Lebih Dalam

175 views
Thursday, November 26, 2020

Internet of Things – Pernahkah Anda bermimpi untuk hidup di masa depan dengan kehidupan serba canggih yang difasilitasi oleh pesatnya laju teknologi?

Mulai dari mobil pintar (atau yang biasa disebut smart car) dimana mobil tersebut dapat berjalan sendiri ke berbagai tujuan tanpa pengemudi manusia, hingga Alexa yang berupa asisten suara digital yang dapat mengingatkan manusia ataupun mengerjakan hal dalam waktu tertentu hanya dengan mengeluarkan.

Semua teknologi baru ini merupakan bagian dari Internet of Things (IoT). Di artikel kali ini, kami akan mengajak Anda untuk mengetahui apa itu Internet of Things lebih dalam.

Sejarah

Awalnya internet mulai terkenal pada tahun 1989. Kemudian pada tahun 1990 seorang peneliti yang bernama John Romkey membuat suatu perangkat yang canggih di masa itu, perangkat itu adalah pemanggang roti yang dapat dihidupkan dan juga dimatikan hanya melalui internet.

Pada tahun 1997 Paul Saffo menjelaskan penemuannya mengenai teknologi sensor dan masa depannya nanti.

Barulah tahun 1999 seorang Direktur Auto IDCentre dari MIT yang bernama Kevin Ashton membuat konsep Internet of Things. Di tahun yang sama, ditemukan pula mesin berbasis Radio Frequency Identification (RFID) secara global dan hal tersebutlah yang menjadi awal kepopuleran konsep IoT.

Definisi

Berdasarkan SAP (System Applications and Products ) yang merupakan standard software  atau ERP (Enteprise Resource Planning) yang lebih dikenal sebagai software untuk kegiatan operasional perusahaan, mendefinisikan bahwa dunia Internet of Things ini merupakan sebuah benda-benda perangkat keras yang diintegrasikan ke dalam jaringan informasi secara berkesinambungan serta di mana benda-benda fisik tersebut dapat berperan aktif dalam proses bisnis.

Baca Juga: Internet of Things Indonesia: Perannya dalam Revolusi Industri 4.0

Sehingga, Internet of Things (IoT) sebenarnya adalah konsep yang cukup sederhana, yang mana menghubungkan semua objek fisik di kehidupan sehari-hari ke dalam internet. Koneksi internet sendiri merupakan hal yang luar biasa yang memberikan segala manfaat untuk manusia yang sebelumnya mungkin sulit didapatkan.

Contohnya seperti telepon genggam  yang pada zaman dahulu hanya dapat menelpon dan mengirim pesan. Namun setelah berkembangnya teknologi seperti sekarang ini, kini telepon genggam bertransformasi menjadi smartphone yang dapat digunakan lebih dari menelpon dan mengirim pesan, namun juga bisa digunakan untuk video call, voice message, membaca buku, menonton film, hingga mendengarkan musik yang terhubungan dengan internet.

Internet of Things memungkinkan perangkat dapat dikontrol dari jarak jauh dengan internet, maka hal tersebut menciptakan peluang untuk langsung menghubungkan dan mengintegrasikan dunia fisik ke sistem berbasis computer.

Hal ini menghasilkan peningkatan akurasi, efisiensi, dan manfaat dalam segi ekonomi dimana campur tangan manusia berkurang. Ada 3 manfaat utama IoT yaitu Improved Customer Engagement, Technical Optimization, dan Effenciency. Saat ini konsumen mengharapkan layanan dan produk yang disesuaikan untuk memenuhi keinginan dan memecahkan masalah unik mereka. Selain itu konsumen juga menuntut adanya interaksi yang relevan dan mudah.

Disini IoT berperan tidak hanya membangun koneksi yang kuat antara berbagai hal, individu, dan proses, tetapi juga memberikan wawasan khusus sehingga dalam konteks perusahaan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan mereka secara real time.

Contohnya seperti BMW yang menggunakan IoT untuk meningkatkan keterlibatan pelanggan (Improved Customer Engagement). Apabila konsumen meninggalkan kunci di dalam kendaraan dengan keadaan kendaraan sudah terkunci, maka pelanggan dapat menghubungi BMW Assist, bukan tukang kunci. Dalam berbagai kasus konsumen hanya perlu menjawab beberapa pertanyaan yang sederhana dan BMW akan membuka kunci pintu kendaraan dari jarak jauh.

Dari contoh tersebut dapat dikatakan bahwa dalam Technical Optimization,  IoT telah membantu banyak dalam meningkatkan kegunaan teknologi dan membuatnya menjadi lebih baik. Selain menjadi lebih baik, waktu yang digunakan cenderung lebih sedikit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait